salju

Senin, 30 Maret 2015

pagiku ini...

Pagi ini mentari dengan perkasa menampakkan sosoknya, setelah sedari dinihari hingga setelah subuh tadi hujan turun dengan derasnya. Hujan deras pertama di kota Batam yang pernah aku rasa. Kemarin hujan juga sih,,tapi hanya gerimis. rasanya malas sekali untuk bangun karena cuaca mendukund untuk tetap berada dibalik selimut. begitu juga dengan suamiku. saking nikmatnya untuk nyungsep dibalik selimut hampir saja kesiangan sholat subuhnya.
Kurasa pagi ini tugasku sebagai istri kurang sempurna. Ada beberapa hal yang aku lalai, tidak aku kerjakan. Bukan tentang hal membuatkan sarapan, karena memang kami belum mulai menggunakan peralatan masak dan dengan kondisi kos yang kurang memungkinkan. Tapi tentang hal kecil sebelum suamiku bergegas untuk mencari nafkah, tentang menyemir sepatunya tiap hari senin. Seperti saat dulu SD, setiap hari senin sepatu kinyis, ada yang karena hari Minggunya sepatu itu dicuci (bagi yang rajin) atau hanya sekedar dilap (bagi yang malas) bahkan dilap lalu di semir (bagi yang malas namun agak rajin). seperti aku contohnya dulu ketika SD seringnya sepatu aku cuci, bukan karena aku anak yang rajin, tetapi karena aku tidak tahu harus beli semir sepatu dimana ketika semir sepatu yang dipakai bapak untuk menyemir sendal habis. kali ini dengan statusku sebagai seorang istri *pemula (karena masih harus banyak belajar) aku harus menyemir sepatu suamiku setiap hari senin. Kenapa tidak dicuci saja ketika hari Minggu? jawabku bukan karena aku malas, tapi karena suamiku tidak libur hari Minggu, makannya sepatu aku lap saja lalu aku semir. tapi... hari Senin ini aku sendiri malah lupa untuk malakukan ritual itu. Justru malah suamiku sendiri yang melakukannya. Maafkan aku ya suamiku.... terkadang aku masih terbawa untuk melakukan hal-hal yang berhubungan dengan diriku sendiri, sedikit lupa bahwa ada seseorang pula yang harus aku urus sejak membuka mata di pagi hari. semoga aku tidak melakukan kelalaian kecil itu lagi. :) 
Meskipun kelalaian itu aku lakukan, suamiku tak pernah marah. Dia selalu memaklumi, menganggap hal itu sepele dan tidak marah ataupun dongkol. Dia hanya mengingatkan dengan cara yang lain. Saat itu aku sedang di kamar mandi setelah dia mandi, aku langsung mencuci pakaian yang sudah aku rendam, memang tak seperti biasanya aku mencuci lebih awal dari biasanya, takut airnya habis lagi seperti kemarin. Ditengah waktu aku mencuci, suamiku bertanya, dia menanyakan hari ini hari apa, padahal belum ada limabelas menit menanyakan padaku ini hari apa. Kujawab "bukannya tadi udah nanya ini hari apa? ini hari senin" dan dia pun menjawab "bukannya kalau tiap hari senin mau nyemirin sepatuku?" upstt..penyakitku kumat lagi. Pelupa.
Pukul 09.30 WIB tugasku sebagai istri rumah tangga (*karena belum jadi ibu) selesai, rasanya sedikit beban di punggung teratasi dan terasa enteng. Saatnya menikmati hari dengan sarapan pagi, perawatan diri (meski hanya sekedar pakai hand body lotion), lanjut streaming sinetron kesukaan..apalagi kalau bukan & Manusia Harimau haha.. sembari menunggu suami pulang, biasanya pulang dengan membawa sebungkus makan siang untuk berdua. Romantis yaaaa... hmm..itu karena suami sedang mengurangi porsi makan saja sebenarnya :)

Tidak ada komentar :

Posting Komentar