ciye... jadi orang Batam....
jadi warga Batam nih...
hmm....yaa.. itu yang beberapa temanku ucapkan kepadaku. Jadi Orang Batam. Seperti yang dikatakan oleh pak Walikota, banyak yang sudah lama tinggal di Batam, tapi giliran ditanya orang mana? merka menjawab "orang Medan; orang Padang; orang Jawa, dll. Jiwa mereka tetap jiwa para perantau.
tak pernahterlintas atau terbayang sebelumnya untuk menjadi warga Batam. Bahkan sempat ada rasa takut untuk menjalani kehidupan di luar pulau Jawa. aku merasa pulau Jawalah pulau yang benar-benar adem ayem di hati. Orangnya ramah-ramah ketika berpapasan, nyambung kalau ngobrol meskipun tidak saling kenal, dan juga melihat tipe-tipe wajahnya familiar. jelas karena dari semasa lahir hidup di Jawa, jadi merasa pulau Jawalah yang nyaman di hati.
Disini, dengan status sebagai orang baru, status diri baru, bersama orang-orang yang baru pula, butuh sesuatu yang ekstra untuk bisa beradaptasi, dengan lingkungannya, dengan makanan-makanan yang dijual, terutama dengan orang-orangnya yang beraneka ragam. Ada berbagai suku menjalani kehidupan disini. Ada orang Madura, Padang, Medan, dan orang Jawa tentunya. Orang Jawa pun ada yang Jawa tengah, ada juga Jawa Timur. Macem-macem lah. Maka dari itu, agak hati-hati berineraksi dengan yang lain, tentunya karena ini bukan tanahku, tanah para perantau. Orang batam asli malah minoritas disini.
Tak terbayangkan jika aku merantau disini sendirian tanpa suamiku. pasti sulit mendapatkan teman yang notabene berbeda suku disini. sampai saat ini saja orang yang aku kenal hanya mbak Suci dan mas Candra (suami mbak Suci). Bukan karena aku sungkan membuka pertemanan
untuk yang lain yang berbeda suku, tapi mungkin tepatnya karena sangat kehati-hatianku.
jadi warga Batam nih...
hmm....yaa.. itu yang beberapa temanku ucapkan kepadaku. Jadi Orang Batam. Seperti yang dikatakan oleh pak Walikota, banyak yang sudah lama tinggal di Batam, tapi giliran ditanya orang mana? merka menjawab "orang Medan; orang Padang; orang Jawa, dll. Jiwa mereka tetap jiwa para perantau.
tak pernahterlintas atau terbayang sebelumnya untuk menjadi warga Batam. Bahkan sempat ada rasa takut untuk menjalani kehidupan di luar pulau Jawa. aku merasa pulau Jawalah pulau yang benar-benar adem ayem di hati. Orangnya ramah-ramah ketika berpapasan, nyambung kalau ngobrol meskipun tidak saling kenal, dan juga melihat tipe-tipe wajahnya familiar. jelas karena dari semasa lahir hidup di Jawa, jadi merasa pulau Jawalah yang nyaman di hati.
Disini, dengan status sebagai orang baru, status diri baru, bersama orang-orang yang baru pula, butuh sesuatu yang ekstra untuk bisa beradaptasi, dengan lingkungannya, dengan makanan-makanan yang dijual, terutama dengan orang-orangnya yang beraneka ragam. Ada berbagai suku menjalani kehidupan disini. Ada orang Madura, Padang, Medan, dan orang Jawa tentunya. Orang Jawa pun ada yang Jawa tengah, ada juga Jawa Timur. Macem-macem lah. Maka dari itu, agak hati-hati berineraksi dengan yang lain, tentunya karena ini bukan tanahku, tanah para perantau. Orang batam asli malah minoritas disini.
Tak terbayangkan jika aku merantau disini sendirian tanpa suamiku. pasti sulit mendapatkan teman yang notabene berbeda suku disini. sampai saat ini saja orang yang aku kenal hanya mbak Suci dan mas Candra (suami mbak Suci). Bukan karena aku sungkan membuka pertemanan
foto ini diambil saat pertama kali keluar malam di kota batam bersama suamiku

Tidak ada komentar :
Posting Komentar