salju

Senin, 06 April 2015

Monday On Vacation

uyeeeaaaiiii.... Alkhamdulillah suami liburrr....
hari Minggu adalah harinya untuk keluarga, begitu halnya dengan suamiku. Hari untuk menikmati waktu bersamaku. Tak banyak acara yang kami persiapkan untuk menikmati liburnya suamiku. Asalkan bisa berdua saja sudah cukup bagiku. malam minggu kami nikmati dengan menonton ini..taraaa....
Film yang lagi heboh ditonton oleh hampir semua umat
Hari minggu kemarin kami berencana untuk ke sebuah tempat yang pernah masuk ke dalam acara televisi "Mister Tukul Jalan-Jalan", kata suamiku, dan juga Isnain (temanku). yapp..namanya Kampung Vietnam. Alkhamdulillah Allah meridhoi rencana kami, dan preparelah kami kesana. tak lupa membawa pakaian ganri *bikin berat. karena suamiku bilang pulangnya mau mampir ke pantai, jadi bawa pakaian ganti siapa tau nanti pengen basah-basahan. Daaannn.... setelah semuanya readyy....our journey is begin guys!!!!
laahh....foto apaan ini????
Kenapa dengan foto itu?kenapa mukanya pada surem?
iyalah...tanya kenapa??
Ditengah perjalanan kami ke TKP, hujan melanda kota ini :(. Memang sejak berangkat terlihat mendung, jadi sudah ada prasangka kalau mungkin turun hujan "Allah benar-benar mengikuti prasangka hambaNya". Sedih deh,,,,Sudah prepare buat jalan;jalan malah kejebak hujan deres di daerah setelah Jembatan Barelang I. Jadilah kita berteduh di sebuah tempat beratap, sepertinya itu digunakan untuk warung makan atau semacam angkringan tengah malam. Beberapa menit berlalu di gubug itu, dan hujan tak kunjung reda, malah semakin derasnya sampai-sampai suamiku mengantuk. Sampai pada akhirnya suamiku berinisiatif untuk mencari tempat berteduh lain yang ada makanannya, yang ada anget-angetnya buat penghangat badan. Dan akhirnya kami pergi meninggalkan gubug itu. Sampai di Jembatan suamiku malah berbalik arah, mungkin berubah pikiran sambil menimbang-nimbang. Akhirnya kami menerjang hujan hingga sampai di daerah dimana daerah itu tidak hujan. Beberapa bagian baju dan kulot saya basah. Tapi kami tetap melanjutkan perjalanan hingga rok kulot yang kupakai kering dengan sendirinya, diterpa angin.
Kami terus melanjutkan perjalanan sampai pada suatu pertigaan jalanan beraspal. Kata suamiku kami sudah menempuh jarak perjalanan sejauh 80 km. Padahal untuk mencapai TKP hanya berjarak 60 km. Kelebihan 20 km :D. kami sampai di semenanjung *tulisannya pantai. Kata orang itu semenanjung/teluk, tapi tulisannya pantai cakang. Pantainya masih baru jadi aksesnya masih susah, jalanan becek. Namun yang menyambagi tempat itu kebanyakan mobil. Mereka membawa sanak familynya, membawa tikar, sebakul nasi, sayur, lauk, tempat makan-minum. Lengkap pokoknya. Seperti piknik.Ya. Mungkin di Batam kalo di pantai acaranya seperti itu.
Tak lama kami memutuskan untuk balik, karena tidak ada yang menarik dengan pantai itu. Lalu melanjutkan perjalanan. Saat melewati Jembatan Barelang, kami berfoto-foto dulu, sembari untuk kenang-kenangan sudah pernah melewati jembatan Barelang VI.
Jembatan Barelang VI
Setelah selesai berfoto, kami melanjutkan perjalanan, sampai akhirnya melewati tanda menuju pantai Melur. Kami berbelok menuju pantai itu.Tiket masuk ke pantai @Rp 5.000,-, sedangkan parkirnya untuk motor sebesar Rp5.000-,.Pantai-pantai di Batam hampir sama saja. Tak sebagua dan seindah pantai di Gunung Kidul Yogyakarta.
yaaa...seperti ini pantainya.....Disana mereka mandi-mandi pantai, basah-basahan, ada yang bebakaran, dll.
Disana juga menyewakan banana boat, pelampung, dan yang mengagetkan adalah biaya sewa untuk gubug-gubug. Maklum di Jawa gak sampai segitu. Biaya sewanya 100 IDR.
cuaca mendung @Pantai Melur
Hmm...masih melanjutkan perjalananku yang panjang ini....Setelah uduk-duduk dan selfi berdua di pantai Melur, kami melanjutkan perjalanan utama.
Jarak antara jembatan VI dan V tidak begitu jauh. Dan saat melewati Jembatan Barelang V adalah saatnya pasang muka di depan kameraaaa.
Jembatan Barelang V
Jembatan Barelang V
Berhubung jalanan sepi, bisa bebas bergaya di jalanan, seperti aksi yang saya lakukan ini. Hehehe....
cuacanya Mendung hangat, Panasnya matahari sedang sembungi, jadi di depan kamera semakin terlihat buluk. Tak apalah yang penting happy. Bisa menikmati Bumi Allah di belahan lain selain tanah Jawa.

Sabtu, 04 April 2015

Jadi Orang Batam

ciye... jadi orang Batam....
jadi warga Batam nih...
hmm....yaa.. itu yang beberapa temanku ucapkan kepadaku. Jadi Orang Batam. Seperti yang dikatakan oleh pak Walikota, banyak yang sudah lama tinggal di Batam, tapi giliran ditanya orang mana? merka menjawab "orang Medan; orang Padang; orang Jawa, dll. Jiwa mereka tetap jiwa para perantau.
tak pernahterlintas atau terbayang sebelumnya untuk menjadi warga Batam. Bahkan sempat ada rasa takut untuk menjalani kehidupan di luar pulau Jawa. aku merasa pulau Jawalah pulau yang benar-benar adem ayem di hati. Orangnya ramah-ramah ketika berpapasan, nyambung kalau ngobrol meskipun tidak saling kenal, dan juga melihat tipe-tipe wajahnya familiar. jelas karena dari semasa lahir hidup di Jawa, jadi merasa pulau Jawalah yang nyaman di hati.
Disini, dengan status sebagai orang baru, status diri baru, bersama orang-orang yang baru pula, butuh sesuatu yang ekstra untuk bisa beradaptasi, dengan lingkungannya, dengan makanan-makanan yang dijual, terutama dengan orang-orangnya yang beraneka ragam. Ada berbagai suku menjalani kehidupan disini. Ada orang Madura, Padang, Medan, dan orang Jawa tentunya. Orang Jawa pun ada yang Jawa tengah, ada juga Jawa Timur. Macem-macem lah. Maka dari itu, agak hati-hati berineraksi dengan yang lain, tentunya karena ini bukan tanahku, tanah para perantau. Orang batam asli malah minoritas disini.
Tak terbayangkan jika aku merantau disini sendirian tanpa suamiku. pasti sulit mendapatkan teman yang notabene berbeda suku disini. sampai saat ini saja orang yang aku kenal hanya mbak Suci dan mas Candra (suami mbak Suci). Bukan karena aku sungkan membuka pertemanan
untuk yang lain yang berbeda suku, tapi mungkin tepatnya karena sangat kehati-hatianku.
foto ini diambil saat pertama kali keluar malam di kota batam bersama suamiku