salju

Selasa, 30 Juni 2015

The Last of Lovely june

Alkhamdulillah..segala syukur atas segala nikmat yang Allah berikan sampai detik ini. Segala suka suka suka dan semoga tak ada duka dalam menjalani biduk rumah tangga. Terimakasih untuk suamiku yang selalu bisa menerima segala kekurangan dan sedikit kelebihan yang aku miliki. Semoga selalu bisa menikmat dan mensyukuri segala butir-butir nikmat yang Allah berikan. Sangat senang di bulan ini menikmati bertambahnya usia didampingi oleh suami, dan bisa mendampingi suami di usianya yang ke-24. Semoga usia kami semakin barokah, semakin bisa mendekatkan diri bertakwa kepada Ilahi Rabbi. Aamiin.
24th my lovely husban on 16 May 2015
bikinan sendiri lebih sehat, dibuat dengan penuh rasa cinta

my 24th 

Jumat, 08 Mei 2015

On Vacation agains

Postingan ini adalah kelanjutan dari Monday on vacation yang lalu. Perjjalanan tak usai hanya sampai Jembatan Barelang, karena tujuan utama adalah Ex. Kampung Vietnam. Lanjut ke perjalanan, dari Jembatan Barelang V saya dan suami mampir ke sebuah warung tempat penjual bensin eceran. Disepanjang jalan ini harga bensin eceran Rp. 16.000,- (bensin dalam wadah air mineral ukuran 1,5 ml). Disitu kami bertanya kepada penjual bensin tentang dimana lokasi Ex. Kampung Vietnam. Dan ternyata kami kebablasan. Setelah mendapat info kami langsung balik arah menuju Jembatan barelang V lagi. Ternyata letak Ex. Kampung Vietnam berada diantara Jembatan V - VI. Dari Jembatan V disisi kiri jalan terdapat semacam gardu masuk berwarna merah-putih, yang jika diamati itu adalah bentuk perahu. Maka mulailah jelajah Ex. Kampung Vietnam. Dan inilah beberapa foto di lokasi. 
pintu masuk kuil

suami
from the side of kuil
narsis yaa....



di lantai dua tempat tahanan
ini di lantai bawah



















Setelah beberapa lama di Ex.Kampung Vietnam akhirnya kami memutuskan untuk pulang karena hari sudah siang lanjut sore. Sepanjang perjalanan pulang saya menikmati berfoto-foto ria di semua Jembatan Barelang. hehe...

Senin, 06 April 2015

Monday On Vacation

uyeeeaaaiiii.... Alkhamdulillah suami liburrr....
hari Minggu adalah harinya untuk keluarga, begitu halnya dengan suamiku. Hari untuk menikmati waktu bersamaku. Tak banyak acara yang kami persiapkan untuk menikmati liburnya suamiku. Asalkan bisa berdua saja sudah cukup bagiku. malam minggu kami nikmati dengan menonton ini..taraaa....
Film yang lagi heboh ditonton oleh hampir semua umat
Hari minggu kemarin kami berencana untuk ke sebuah tempat yang pernah masuk ke dalam acara televisi "Mister Tukul Jalan-Jalan", kata suamiku, dan juga Isnain (temanku). yapp..namanya Kampung Vietnam. Alkhamdulillah Allah meridhoi rencana kami, dan preparelah kami kesana. tak lupa membawa pakaian ganri *bikin berat. karena suamiku bilang pulangnya mau mampir ke pantai, jadi bawa pakaian ganti siapa tau nanti pengen basah-basahan. Daaannn.... setelah semuanya readyy....our journey is begin guys!!!!
laahh....foto apaan ini????
Kenapa dengan foto itu?kenapa mukanya pada surem?
iyalah...tanya kenapa??
Ditengah perjalanan kami ke TKP, hujan melanda kota ini :(. Memang sejak berangkat terlihat mendung, jadi sudah ada prasangka kalau mungkin turun hujan "Allah benar-benar mengikuti prasangka hambaNya". Sedih deh,,,,Sudah prepare buat jalan;jalan malah kejebak hujan deres di daerah setelah Jembatan Barelang I. Jadilah kita berteduh di sebuah tempat beratap, sepertinya itu digunakan untuk warung makan atau semacam angkringan tengah malam. Beberapa menit berlalu di gubug itu, dan hujan tak kunjung reda, malah semakin derasnya sampai-sampai suamiku mengantuk. Sampai pada akhirnya suamiku berinisiatif untuk mencari tempat berteduh lain yang ada makanannya, yang ada anget-angetnya buat penghangat badan. Dan akhirnya kami pergi meninggalkan gubug itu. Sampai di Jembatan suamiku malah berbalik arah, mungkin berubah pikiran sambil menimbang-nimbang. Akhirnya kami menerjang hujan hingga sampai di daerah dimana daerah itu tidak hujan. Beberapa bagian baju dan kulot saya basah. Tapi kami tetap melanjutkan perjalanan hingga rok kulot yang kupakai kering dengan sendirinya, diterpa angin.
Kami terus melanjutkan perjalanan sampai pada suatu pertigaan jalanan beraspal. Kata suamiku kami sudah menempuh jarak perjalanan sejauh 80 km. Padahal untuk mencapai TKP hanya berjarak 60 km. Kelebihan 20 km :D. kami sampai di semenanjung *tulisannya pantai. Kata orang itu semenanjung/teluk, tapi tulisannya pantai cakang. Pantainya masih baru jadi aksesnya masih susah, jalanan becek. Namun yang menyambagi tempat itu kebanyakan mobil. Mereka membawa sanak familynya, membawa tikar, sebakul nasi, sayur, lauk, tempat makan-minum. Lengkap pokoknya. Seperti piknik.Ya. Mungkin di Batam kalo di pantai acaranya seperti itu.
Tak lama kami memutuskan untuk balik, karena tidak ada yang menarik dengan pantai itu. Lalu melanjutkan perjalanan. Saat melewati Jembatan Barelang, kami berfoto-foto dulu, sembari untuk kenang-kenangan sudah pernah melewati jembatan Barelang VI.
Jembatan Barelang VI
Setelah selesai berfoto, kami melanjutkan perjalanan, sampai akhirnya melewati tanda menuju pantai Melur. Kami berbelok menuju pantai itu.Tiket masuk ke pantai @Rp 5.000,-, sedangkan parkirnya untuk motor sebesar Rp5.000-,.Pantai-pantai di Batam hampir sama saja. Tak sebagua dan seindah pantai di Gunung Kidul Yogyakarta.
yaaa...seperti ini pantainya.....Disana mereka mandi-mandi pantai, basah-basahan, ada yang bebakaran, dll.
Disana juga menyewakan banana boat, pelampung, dan yang mengagetkan adalah biaya sewa untuk gubug-gubug. Maklum di Jawa gak sampai segitu. Biaya sewanya 100 IDR.
cuaca mendung @Pantai Melur
Hmm...masih melanjutkan perjalananku yang panjang ini....Setelah uduk-duduk dan selfi berdua di pantai Melur, kami melanjutkan perjalanan utama.
Jarak antara jembatan VI dan V tidak begitu jauh. Dan saat melewati Jembatan Barelang V adalah saatnya pasang muka di depan kameraaaa.
Jembatan Barelang V
Jembatan Barelang V
Berhubung jalanan sepi, bisa bebas bergaya di jalanan, seperti aksi yang saya lakukan ini. Hehehe....
cuacanya Mendung hangat, Panasnya matahari sedang sembungi, jadi di depan kamera semakin terlihat buluk. Tak apalah yang penting happy. Bisa menikmati Bumi Allah di belahan lain selain tanah Jawa.

Sabtu, 04 April 2015

Jadi Orang Batam

ciye... jadi orang Batam....
jadi warga Batam nih...
hmm....yaa.. itu yang beberapa temanku ucapkan kepadaku. Jadi Orang Batam. Seperti yang dikatakan oleh pak Walikota, banyak yang sudah lama tinggal di Batam, tapi giliran ditanya orang mana? merka menjawab "orang Medan; orang Padang; orang Jawa, dll. Jiwa mereka tetap jiwa para perantau.
tak pernahterlintas atau terbayang sebelumnya untuk menjadi warga Batam. Bahkan sempat ada rasa takut untuk menjalani kehidupan di luar pulau Jawa. aku merasa pulau Jawalah pulau yang benar-benar adem ayem di hati. Orangnya ramah-ramah ketika berpapasan, nyambung kalau ngobrol meskipun tidak saling kenal, dan juga melihat tipe-tipe wajahnya familiar. jelas karena dari semasa lahir hidup di Jawa, jadi merasa pulau Jawalah yang nyaman di hati.
Disini, dengan status sebagai orang baru, status diri baru, bersama orang-orang yang baru pula, butuh sesuatu yang ekstra untuk bisa beradaptasi, dengan lingkungannya, dengan makanan-makanan yang dijual, terutama dengan orang-orangnya yang beraneka ragam. Ada berbagai suku menjalani kehidupan disini. Ada orang Madura, Padang, Medan, dan orang Jawa tentunya. Orang Jawa pun ada yang Jawa tengah, ada juga Jawa Timur. Macem-macem lah. Maka dari itu, agak hati-hati berineraksi dengan yang lain, tentunya karena ini bukan tanahku, tanah para perantau. Orang batam asli malah minoritas disini.
Tak terbayangkan jika aku merantau disini sendirian tanpa suamiku. pasti sulit mendapatkan teman yang notabene berbeda suku disini. sampai saat ini saja orang yang aku kenal hanya mbak Suci dan mas Candra (suami mbak Suci). Bukan karena aku sungkan membuka pertemanan
untuk yang lain yang berbeda suku, tapi mungkin tepatnya karena sangat kehati-hatianku.
foto ini diambil saat pertama kali keluar malam di kota batam bersama suamiku

Senin, 30 Maret 2015

pagiku ini...

Pagi ini mentari dengan perkasa menampakkan sosoknya, setelah sedari dinihari hingga setelah subuh tadi hujan turun dengan derasnya. Hujan deras pertama di kota Batam yang pernah aku rasa. Kemarin hujan juga sih,,tapi hanya gerimis. rasanya malas sekali untuk bangun karena cuaca mendukund untuk tetap berada dibalik selimut. begitu juga dengan suamiku. saking nikmatnya untuk nyungsep dibalik selimut hampir saja kesiangan sholat subuhnya.
Kurasa pagi ini tugasku sebagai istri kurang sempurna. Ada beberapa hal yang aku lalai, tidak aku kerjakan. Bukan tentang hal membuatkan sarapan, karena memang kami belum mulai menggunakan peralatan masak dan dengan kondisi kos yang kurang memungkinkan. Tapi tentang hal kecil sebelum suamiku bergegas untuk mencari nafkah, tentang menyemir sepatunya tiap hari senin. Seperti saat dulu SD, setiap hari senin sepatu kinyis, ada yang karena hari Minggunya sepatu itu dicuci (bagi yang rajin) atau hanya sekedar dilap (bagi yang malas) bahkan dilap lalu di semir (bagi yang malas namun agak rajin). seperti aku contohnya dulu ketika SD seringnya sepatu aku cuci, bukan karena aku anak yang rajin, tetapi karena aku tidak tahu harus beli semir sepatu dimana ketika semir sepatu yang dipakai bapak untuk menyemir sendal habis. kali ini dengan statusku sebagai seorang istri *pemula (karena masih harus banyak belajar) aku harus menyemir sepatu suamiku setiap hari senin. Kenapa tidak dicuci saja ketika hari Minggu? jawabku bukan karena aku malas, tapi karena suamiku tidak libur hari Minggu, makannya sepatu aku lap saja lalu aku semir. tapi... hari Senin ini aku sendiri malah lupa untuk malakukan ritual itu. Justru malah suamiku sendiri yang melakukannya. Maafkan aku ya suamiku.... terkadang aku masih terbawa untuk melakukan hal-hal yang berhubungan dengan diriku sendiri, sedikit lupa bahwa ada seseorang pula yang harus aku urus sejak membuka mata di pagi hari. semoga aku tidak melakukan kelalaian kecil itu lagi. :) 
Meskipun kelalaian itu aku lakukan, suamiku tak pernah marah. Dia selalu memaklumi, menganggap hal itu sepele dan tidak marah ataupun dongkol. Dia hanya mengingatkan dengan cara yang lain. Saat itu aku sedang di kamar mandi setelah dia mandi, aku langsung mencuci pakaian yang sudah aku rendam, memang tak seperti biasanya aku mencuci lebih awal dari biasanya, takut airnya habis lagi seperti kemarin. Ditengah waktu aku mencuci, suamiku bertanya, dia menanyakan hari ini hari apa, padahal belum ada limabelas menit menanyakan padaku ini hari apa. Kujawab "bukannya tadi udah nanya ini hari apa? ini hari senin" dan dia pun menjawab "bukannya kalau tiap hari senin mau nyemirin sepatuku?" upstt..penyakitku kumat lagi. Pelupa.
Pukul 09.30 WIB tugasku sebagai istri rumah tangga (*karena belum jadi ibu) selesai, rasanya sedikit beban di punggung teratasi dan terasa enteng. Saatnya menikmati hari dengan sarapan pagi, perawatan diri (meski hanya sekedar pakai hand body lotion), lanjut streaming sinetron kesukaan..apalagi kalau bukan & Manusia Harimau haha.. sembari menunggu suami pulang, biasanya pulang dengan membawa sebungkus makan siang untuk berdua. Romantis yaaaa... hmm..itu karena suami sedang mengurangi porsi makan saja sebenarnya :)